Deg-degan Parah? Ini 5 Cara Interview Kerja Agar Lancar dan Tampil Percaya Diri

Read 5 Min

Menerima email atau WhatsApp dengan subjek "Invitation to Interview" rasanya memang campur aduk. Di satu sisi, tentu ada rasa senang karena CV kamu akhirnya lolos tahap screening, tetapi sedetik kemudian kepanikan dan overthinking sering kali melanda. Pikiran negatif seperti takut blank atau khawatir bertemu user yang galak bisa langsung memenuhi kepala saat itu juga. Hal ini sangat wajar, baik bagi kamu yang masih fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman. Fase interview kerja untuk jobseeker memang sering kali memacu adrenalin dan membuat jantung berdebar.

Kuncinya interview lancar hanyalah satu, yaitu persiapan yang matang. Agar kamu tidak hanya bermodalkan nekat, mari simak 5 cara interview kerja ampuh berikut ini supaya sesi tanya jawab berjalan mulus dan membuat user terkesan!

1. Skill Stalking Jangan Hanya untuk Media Sosial

Siapa di antara kamu yang mahir melakukan stalking akun media sosial orang lain sampai ke akar-akarnya? Kemampuan detektif tersebut sebaiknya dialihkan untuk melakukan riset mendalam mengenai seluk-beluk perusahaan incaranmu. Jangan hanya berhenti pada informasi soal produk terbaru atau target pasarnya saja, tetapi gali juga mengenai tahapan recruitment yang biasa mereka terapkan. Jika kamu bisa menyebutkan data spesifik user pasti akan terkesan dan melihat keseriusanmu.

Apa yang Harus Diriset?

  • Produk & Layanan: Apa produk yang mereka tawarkan? Siapa target pasarnya?
  • Berita Terbaru: Cek Google News. Apakah mereka baru menang award? Atau baru luncurkan fitur baru? Menyebutkan hal ini saat interview akan menunjukkan bahwa risetmu mendalam.
  • Kultur Perusahaan: Cek LinkedIn atau Instagramnya. Ini membantu kamu menebak suasana saat interview, apakah harus super formal atau bisa sedikit santai.

2. Pakai Rumus STAR Supaya Jawaban Lebih Terstruktur

Ilustrasi Metode STAR

Sumber: Daya Dimensi Indonesia

Pernah ditanya satu hal sederhana, tetapi jawabanmu justru berbelit-belit hingga lupa poin utamanya? Agar hal itu tidak terjadi lagi, kamu wajib pakai teknik STAR (Situation, Task, Action, Result). Metode ini dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan berbasis behavioral interview. Ini adalah kunci agar interview berhasil karena alur ceritamu menjadi lebih jelas, mulai dari konteks masalah yang dihadapi hingga hasil nyata yang dicapai.

Cara Pakai STAR Method:

  • S (Situation): Ceritakan konteks yang terjadi.
  • T (Task): Jelaskan tanggung jawab atau tugas kamu dalam situasi tersebut.
  • A (Action): Apa aksi konkret yang kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah itu.
  • R (Result): Paparkan hasil akhir dari tugas yang telah kamu kerjakan.

Contoh: Daripada cuma bilang "Saya jago sosmed", coba bilang "Dulu trafik Instagram kampus sepi (Situation), saya ditugaskan menaikkan followers (Task). Saya bikin konten dan riset hashtag (Action), hasilnya followers naik 30% dalam tiga bulan (Result)." Lebih keren, kan?

3. Berlatih Berbicara di Depan Kaca

Jangan pernah meremehkan kekuatan simulasi, meskipun rasanya sedikit canggung berbicara sendiri di depan cermin. Masalahnya, saat kita gugup dan jawaban yang sudah disiapkan bisa hilang begitu saja. Cobalah rekam suaramu saat menjawab pertanyaan umum seperti, "Perkenalkan diri kamu," atau "Apa kelebihan dan kekuranganmu?". Dengarkan kembali hasilnya untuk mengevaluasi kualitas suaramu. Dari situ kamu bisa memeriksa apakah suaramu terlalu pelan, terlalu banyak jeda, atau nada bicaranya kurang bersemangat. Latihan ini membuat kamu terbiasa dan mentalmu jauh lebih siap saat hari-H nanti.

4. Be Genuine: Jadilah Versi Terbaik Dirimu

Recruiter dan user setiap hari bertemu banyak orang, sehingga mereka memiliki radar tajam untuk membedakan mana jawaban natural dan mana yang hanya hafalan. Daripada terpaku pada jawaban dari internet yang kaku, cobalah menjawab pertanyaan dengan gaya bahasamu sendiri yang mengalir natural. Fokuskan isi obrolan pada relevansi kemampuanmu dengan kebutuhan posisi yang dilamar, jadi kamu terlihat menguasai topik tetapi tetap menjadi diri sendiri. Ingat, interview adalah proses komunikasi dua arah, jadi jangan takut untuk tersenyum dan menunjukkan antusiasme.

5. Hindari Jawaban "Tidak Ada Pertanyaan"

Biasanya di akhir sesi, recruiter akan bertanya, "Ada yang ingin ditanyakan?". Kesalahan fatal banyak pelamar adalah langsung menjawab "Tidak ada" karena ingin cepat-cepat selesai dan menyudahi rasa gugup. Padahal, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan pola pikir kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kamu bisa menanyakan beberapa hal seperti, "Apa tantangan terbesar tim di kuartal ini?" atau "Seperti apa budaya kerja di divisi ini?". Pertanyaan seperti ini akan membuatmu diingat sebagai kandidat yang proaktif dan serius ingin berkontribusi.

Persiapan Mengalahkan Kecemasan

Pada akhirnya, interview kerja bukanlah sesi interogasi, melainkan obrolan profesional untuk mencocokkan visi dan misi kedua belah pihak. Kamu membutuhkan pekerjaan dan perusahaan membutuhkan talenta, ini adalah proses pencocokan. Jika kamu sudah melakukan semua persiapan mulai dari riset, latihan, hingga menyusun jawaban, sisanya tinggal serahkan pada doa.

Ingat, kalaupun belum lolos, bukan berarti kamu gagal total. Bisa jadi kamu belum bertemu tempat yang tepat. Tetap konsisten mempersiapkan diri, karena peluang karier yang sesuai akan datang seiring dengan usaha yang terus kamu lakukan. Nikmati prosesnya, tetap bergerak, dan semoga kamu segera mendapatkan pekerjaan impianmu.